Warga Malaysia di luar negeri bergegas mengirim surat suara ke rumah, menyerukan perbaikan pemungutan suara melalui pos

Namun, ada solusi untuk memperbaiki sistem, kata Tharma, seraya menambahkan bahwa Undi18 telah mengadvokasi pemungutan suara lanjutan di negara-negara dengan populasi warga Malaysia yang signifikan, seperti Singapura.

Mr Tharma menyarankan untuk menggunakan situs diplomatik seperti kedutaan Malaysia atau komisi tinggi untuk memfasilitasi pemungutan suara di muka atau melalui pos.

“Kami dapat menggunakan (situs-situs tersebut) untuk mengumpulkan suara untuk mengoordinasikan pemungutan suara melalui pos, atau memiliki proses pemungutan suara lanjutan, sehingga ketika pemungutan suara dilakukan di luar negeri, kemudian dapat dikirim kembali dengan cara yang lebih efisien dan efektif,” katanya. .

Solusi lain bisa menunggu sebelum mengumumkan hasil dalam kontes yang terlalu dekat untuk dipanggil, dan menghitung setiap suara dari surat suara pos, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tiba, katanya.

“Dalam demokrasi, setiap suara diperhitungkan dan pemerintah harus bekerja berdasarkan prinsip bahwa Anda harus membuat pemungutan suara lebih mudah diakses, membuat demokrasi lebih mudah dipahami, untuk melibatkan lebih banyak pemilih dalam prosesnya,” kata Tharma.

MEMBAWA SUARA KEMBALI KE RUMAH

Hampir dua juta orang Malaysia saat ini tinggal di luar negeri, menurut sebuah laporan oleh lembaga pemikir independen EMIR Research yang berbasis di Kuala Lumpur.

Banyak dari mereka tidak dapat melakukan perjalanan pulang untuk memilih karena keterbatasan waktu, anggaran, atau lainnya.

Pemilih pos ini adalah titik fokus utama untuk Undi18, kata Mr Tharma, karena diaspora Malaysia adalah demografis yang signifikan, dengan banyak siswa di luar negeri yang menjadi pemilih pemula.

Posted By : nomor hongkong