Vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak, kesejahteraan petugas kesehatan, dan langkah-langkah pendinginan akan dibahas di Parlemen
Singapore

Vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak, kesejahteraan petugas kesehatan, dan langkah-langkah pendinginan akan dibahas di Parlemen

Anggota DPR dari kedua belah pihak juga menanyakan kemampuan Singapura menghadapi varian Omicron yang lebih menular daripada varian Delta.

Di antara pertanyaan yang diajukan adalah tentang pemodelan Kementerian Kesehatan (MOH) tentang pemanfaatan unit perawatan intensif (ICU), dan jika ada rencana pembukaan kembali domestik akan “dibatalkan”.

MP Cheng Li Hui (PAP-Tampines GRC) bertanya apakah dosis vaksin lebih banyak akan diperlukan setelah suntikan booster, dan apakah Depkes berencana untuk menggunakan pil antivirus sebagai bagian dari pengobatan COVID-19.

Pemimpin Oposisi Pritam Singh bertanya berapa banyak warga Singapura dan penduduk tetap yang memenuhi syarat secara medis tetap tidak divaksinasi terhadap virus corona.

Anggota parlemen juga bertanya tentang pembekuan sementara penjualan bus dan tiket pesawat baru untuk jalur perjalanan yang divaksinasi.

Singapura mengumumkan penghentian penjualan tiket baru hingga 20 Januari karena “penyebaran cepat” varian Omicron secara global.

Anggota parlemen Lim Biow Chuan (PAP-Mountbatten) bertanya apakah pembekuan diperlukan ketika Singapura bergerak menuju kehidupan endemik dengan COVID-19, sementara anggota parlemen Dennis Tan (WP-Hougang) bertanya bagaimana Pemerintah meninjau langkah-langkah pengendalian perbatasannya.

Kesejahteraan petugas kesehatan juga menjadi agenda yang dibahas oleh anggota parlemen.

Kementerian Kesehatan ditanya apakah itu akan pertimbangkan untuk menerapkan jumlah jam kerja minimum dan maksimum dalam seminggu untuk petugas kesehatan. Pertanyaan juga muncul tentang banyaknya kasus pelecehan terhadap para pekerja ini.

Anggota parlemen juga ingin tahu tentang dukungan yang tersedia untuk karyawan ini, dan “tingkat kelelahan” dari pekerja tersebut.

Di antara masalah lain yang akan dibahas pada hari Senin adalah dampak dari tindakan pendinginan pada pembeli rumah.

Pemerintah mengumumkan paket langkah-langkah pendinginan bulan lalu, termasuk menaikkan tarif Bea Materai Pembeli Tambahan (ABSD), memperketat ambang Total Debt Servicing Ratio (TDSR) dan menurunkan batas Loan-to-Value (LTV) untuk pinjaman dari Perumahan dan Dewan Pengembangan (HDB).

Anggota parlemen bertanya tentang dampaknya terhadap pembeli rumah, dan apakah kepemilikan rumah “bahkan lebih jauh dari jangkauan pasangan muda sekarang”.

Posted By : nomor hongkong