Surplus perdagangan Indonesia terlihat menyusut di bulan Desember ke level terendah lima bulan: jajak pendapat Reuters
Business

Surplus perdagangan Indonesia terlihat menyusut di bulan Desember ke level terendah lima bulan: jajak pendapat Reuters

JAKARTA : Surplus perdagangan Indonesia kemungkinan menyusut ke level terendah dalam lima bulan di bulan Desember karena pertumbuhan ekspor dan impor yang lebih lambat, survei Reuters menunjukkan, meskipun ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu mencatat rekor ekspor sepanjang tahun lalu.

Negara yang kaya sumber daya ini telah mengalami ledakan ekspor di belakang lonjakan harga komoditas. Data perdagangan Desember, yang akan diumumkan pada hari Senin, ditetapkan untuk mengkonfirmasi bahwa ekspor tahunannya mencapai level tertinggi sepanjang masa pada tahun 2021.

Indonesia mencatat surplus perdagangan setiap bulan sejak Mei 2020, mendorong rupiah dan membantu mata uang tersebut menjadi salah satu negara berkembang dengan kinerja terbaik di Asia tahun lalu.

Namun, pasar memantau dengan cermat dampak larangan ekspor batu bara yang diberlakukan pemerintah mulai 1 Januari untuk mencegah pemadaman listrik domestik yang meluas, yang menurut para ekonom dapat membuat Indonesia kembali mengalami defisit perdagangan.

Untuk Desember, 12 ekonom dalam jajak pendapat memperkirakan surplus $3,13 miliar, turun dari bulan sebelumnya $3,51 miliar.

Ekspor terlihat naik 40,4 persen pada basis tahunan, melambat dari laju pertumbuhan November 49,7 persen, sementara impor diperkirakan naik 39,4 persen, dibandingkan dengan pertumbuhan November 52,62 persen.

Analis Nomura mengatakan larangan ekspor batu bara sebulan penuh pada Januari dapat mengurangi ekspor sebesar $4 miliar, yang dapat mendorong Indonesia ke dalam defisit perdagangan. Pialang lokal Bahana Sekuritas memperkirakan nilai ekspor batu bara Januari sekitar $3 miliar.

Pihak berwenang di Indonesia minggu ini melonggarkan larangan tersebut, memungkinkan 37 kapal untuk berangkat, meskipun ratusan penambang yang produksinya diperkirakan mencakup hingga 40 persen dari total negara tetap dilarang mengekspor.

(Jajak pendapat oleh Devayani Sathyan dan Tushar Goenka di Bengaluru; Ditulis oleh Gayatri Suroyo di Jakarta; Disunting oleh Ed Davies)

Posted By : result hk 2021