‘Saya hancur’: Ketakutan dan kepanikan mencengkeram kota Indonesia yang dilanda gempa

“AKU TIDAK BISA MELAKUKAN APA-APA”

Di rumah sakit lain, Cimacan, korban berlumuran darah datang sementara para orang tua mencari anak yang hilang.

Beberapa wanita lanjut usia yang terluka dibawa dengan tandu ke tenda hijau darurat yang didirikan di luar rumah sakit.

Orang-orang berlari untuk menyadarkan korban segera setelah gempa, sementara yang lain meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Lusinan gempa susulan mengguncang kota selama beberapa menit yang, bagi penduduk setempat yang bingung, terasa seperti berjam-jam.

Gubernur provinsi itu mengatakan beberapa orang yang terluka membutuhkan jahitan kepala dan kaki mereka kembali dari luka yang disebabkan oleh puing-puing yang berjatuhan di sekitar mereka.

Tanah longsor di sekitar kota mengubur mayat, dan buldoser dikerahkan untuk membuka kembali jalan.

Seorang wanita dan seorang bayi ditarik hidup-hidup dari puing-puing, sementara yang lain kehilangan nyawa di dekatnya.

Oman, 55 tahun, seperti kebanyakan orang Indonesia dengan satu nama, sedang membuat nasi goreng di sebuah desa dekat Cianjur ketika rumahnya mulai bergoyang.

“Tiba-tiba saya remuk di bawahnya. Saya tidak bisa berbuat apa-apa di reruntuhan. Istri saya ada di luar saat itu,” katanya.

Kaki, kaki, dan tangannya terjepit di reruntuhan, tetapi putranya datang untuk membebaskannya, muncul hanya dengan kaki patah dan tubuh berlumuran darah.

“Saya tidak tahu ke mana harus pergi, tapi setidaknya saya masih hidup,” kata Oman.

Pencarian orang-orang yang selamat diatur untuk bertahan hingga malam hari karena para penyintas memperhitungkan pembantaian rumah dan kerabat yang hilang.

“Ibuku melihat rumahnya dan dia menangis,” kata Azhari.

Posted By : keluar hk