Singapore

Pendeta Indonesia ditolak masuk ke Singapura mengatakan dia tidak akan menyerah mencoba mengunjungi

SINGAPURA: Seorang pendakwah Indonesia yang ditolak masuk ke Singapura pada Senin (16 Mei) mengatakan tidak akan menyerah mencoba mengunjungi Singapura, menggambarkan negara itu sebagai tanah Melayu yang mirip dengan Riau tempat asalnya.

Dalam video YouTube, Rabu, Abdul Somad Batubara mengatakan masyarakat Riau melihat Singapura sebagai bagian dari tanah mereka karena Singapura adalah bagian dari kerajaan Temasek Melayu.

“Mengatakan saya bosan pergi ke Singapura sama dengan mengatakan saya bosan pergi ke Minangkabau. Ini karena Singapura adalah tanah Melayu. Nenek saya punya saudara, anak, dan cucu yang tinggal di Singapura,” katanya. ditambahkan.

Somad mengatakan, niatnya berkunjung ke Singapura baru-baru ini adalah agar istri dan anak-anaknya mengenal leluhur mereka.

Somad dan enam orang yang bepergian bersamanya tiba di Terminal Feri Tanah Merah pada hari Senin dan ditempatkan di kapal feri kembali ke Batam pada hari yang sama.

Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) mengatakan dia dikenal menyebarkan ajaran “ekstremis dan segregasionis”, yang “tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura”.

“Misalnya, Somad telah memberitakan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina dan dianggap sebagai operasi ‘syahid’,” tambah MHA.

“Dia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal ‘jin kafir (roh/setan)’.”

Para pengunjuk rasa berkumpul di kedutaan Singapura di Jakarta dan konsulat jenderal Singapura di Medan pada hari Jumat, memprotes keputusan Singapura untuk menolak masuknya Somad.

Para pengunjuk rasa di Jakarta yang tergabung dalam Pembela Ideologi Syariah Islam (Perisai), menuntut agar kedutaan Singapura memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut dan meminta maaf secara terbuka.

Kelompok itu juga menyerukan agar duta besar Singapura untuk Indonesia diminta meninggalkan negara itu.

Di Medan, para pengunjuk rasa adalah anggota Aliansi Organisasi Islam Sumatera Utara, menurut CNN Indonesia.

Seorang perwakilan dari kelompok tersebut dilaporkan mengatakan bahwa keputusan Singapura telah melukai perasaan umat Islam dan mempengaruhi kedaulatan Indonesia.

Menanggapi pertanyaan CNA, seorang pejabat senior Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengatakan pada hari Rabu bahwa Singapura mengambil keputusan karena jelas bahwa ceramah, sikap, dan pandangan yang eksklusif dan tidak toleran adalah bahan dasar radikalisme.

“Saya melihat ini sebagai pelajaran penting bagi Indonesia untuk juga mengambil tindakan pencegahan dari hulu dengan melarang pandangan, pemahaman, dan ideologi radikal yang dapat mengarah pada tindakan teror dan kekerasan,” kata Brigjen Ahmad Nurwahid, yang merupakan direktur pengawasan pencegahan teror di BNPT. .

Dia menambahkan: “Pemerintah, termasuk BNPT, menghormati setiap kebijakan yang diambil oleh negara lain. Tidak ada upaya intervensi terkait penolakan kedatangan ustadz Abdul Somad dan rombongan.”

Posted By : nomor hongkong