Pemerintah negara bagian Sabah runtuh karena Barisan Nasional menarik dukungan untuk menteri utama

KOTA KINABALU: Pemerintah negara bagian Sabah yang dipimpin oleh koalisi Gabungan Rakyat Sabah (GRS) runtuh, setelah Barisan Nasional (BN) menarik dukungannya untuk menteri utama.

Keputusan BN itu diumumkan Ketua Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Sabah Bung Moktar Radin, Jumat (6/1) malam. UMNO adalah partai lynchpin dari BN.

Bung Moktar seperti dikutip Bernama mengatakan bahwa keputusan itu diambil karena hilangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan menteri besar Hajiji Noor.

Dia menambahkan, yang terakhir telah melanggar kesepakatan antara BN dan Perikatan Nasional (PN).

Dia mencatat bahwa BN dan PN menerapkan kesepakatan untuk membentuk pemerintahan negara bagian setelah pemilihan negara bagian Sabah pada tahun 2020. Tetapi Pak Hajiji dan para pemimpin Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) cabang Sabah lainnya, yang merupakan partai komponen dari PN, kemudian meninggalkan Bersatu.

Bung Moktar berpendapat bahwa hal ini menyebabkan pemerintah negara kehilangan legitimasinya.

Dia berkata: “Hajiji juga mengancam kami dengan perombakan Kabinet tanpa diskusi apa pun. Kami juga kehilangan kepercayaan setelah Hajiji kehilangan locus standi dan kualifikasinya untuk dipilih sebagai Ketua Menteri Sabah.

“Menurut konstitusi negara bagian Sabah, ketua menteri harus dipilih dari partai dengan mayoritas. Dia (Hajiji) tanpa partai, posisinya di bawah GRS, yang merupakan partai koalisi besar.”

Mr Bung Moktar menambahkan bahwa ia akan mencari audiensi dengan kepala negara Sabah Juhar Mahiruddin untuk meninjau penunjukan Mr Hajiji sebagai menteri utama.

Di MPR 79 kursi, GRS 29 kursi, Warisan 19 kursi, dan BN 17 kursi. Pakatan Harapan (PH) memiliki tujuh kursi.

Sebelum pengumuman Jumat malam, Pak Hajiji didukung oleh GRS, BN, PH serta partai-partai kecil dan independen lainnya.

Dia adalah salah satu dari 16 anggota majelis negara bagian Sabah Bersatu yang memutuskan keluar dari partai yang dipimpin mantan perdana menteri dan ketua Bersatu, Muhyiddin Yassin.

Langkah tersebut mengikuti pembentukan pemerintah persatuan di tingkat federal oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim tahun lalu.

The federal unity government comprises PH, BN, Gabungan Parti Sarawak (GPS), GRS and Warisan.

Desas-desus tentang perubahan dalam pemerintahan negara bagian merebak pada hari Kamis, karena media lokal melaporkan bahwa pemimpin Warisan Shafie Apdal telah menyerukan konferensi pers pada sore hari, namun acara tersebut dibatalkan beberapa jam kemudian.

Pada Jumat sore, Anwar mengatakan bahwa situasi politik di Sabah “tenang”.

“Saya tidak melihat perkembangan (baru). Saya baru saja diberitahu bahwa ada beberapa masalah, dan saya meminta menteri utama (Pak Hajiji) untuk membicarakannya dengan teman-teman (kita) di Sabah,” kata Ketua PH seperti dikutip media lokal.

Posted By : keluar hk