Mantan menteri kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin ‘memikirkan’ mencalonkan diri sebagai presiden UMNO

MENGAMBIL KEMBALI SUARA MELAYU

Dalam pidatonya di forum tersebut, Khairy juga menyinggung bagaimana UMNO dapat dikalahkan oleh oposisi PN, mengutip analisis awal hasil GE15 dan pergeseran suara Melayu.

Dia mengatakan 54 persen suara Melayu masuk ke PN, 33 persen masuk ke BN, sementara 11 persen hingga 20 persen masuk ke PH.

“Implikasinya dan yang sangat serius, dan yang sangat mendesak, adalah kenyataan bahwa Anda memiliki 74 anggota blok oposisi yang hampir homogen Melayu-Muslim,” katanya.

“Itu berarti dalam oposisi, lebih jelas apa yang akan mereka banding. Mereka tidak berpura-pura mencoba menyatukan ideologi, etnis, kelompok demografis yang berbeda ke dalam koalisi.

“Mereka bisa saja pergi ke politik identitas, mereka bisa saja pergi ke masalah etnis dan rasial tanpa ada perhatian karena itu adalah blok oposisi yang homogen. Dan itu akan memecah belah, dan bisa semakin memecah belah negara,” kata Khairy.

Dia mengatakan pemerintah yang dipimpin Anwar, bagaimanapun, telah mencoba tiga cara untuk mencegah hilangnya dukungan lebih lanjut dari komunitas Melayu.

Mr Khairy mencatat bahwa Anwar telah memoles kredensial Melayu-Muslimnya dengan menjangkau para pemimpin internasional Melayu-Muslim dan bertemu dengan intelektual Melayu-Muslim, sambil juga meminta Partai Aksi Demokratik, sebuah partai komponen PH yang dianggap anti-Melayu, untuk mengambil sikap. peran yang kurang menonjol dalam pemerintahan.

“Dan ketiga, tentu saja, menyerang PAS dan Bersatu, dan ini akan dilakukan secara politis dan juga non-politik melalui cara lain, untuk memastikan kredibilitas partai-partai ini terkikis,” kata Khairy.

Namun, mantan Ketua Pemuda UMNO itu mengatakan partainya juga tidak boleh segan-segan menggunakan kartu ras dan agama dalam politik sampai batas tertentu, dan memperdebatkan masalah tersebut dengan caranya sendiri.

“Karena jika Anda tidak melakukannya, orang lain akan melakukannya dengan cara yang jauh lebih jahat. Dan di Malaysia, suka atau tidak suka, politik identitas masih ada. Dan di sini untuk tinggal sebentar, ”tambahnya.

Posted By : keluar hk