World

Komentar: Belum terkena COVID-19? Itu bisa lebih dari sekedar keberuntungan

Karena tingkat penularan komunitas yang tinggi, terutama dengan varian Omicron yang sangat menular, sangat tidak mungkin seseorang yang pergi bekerja atau sekolah, bersosialisasi, dan berbelanja tidak berada di dekat seseorang yang terinfeksi virus.

Namun ada orang yang pernah mengalami paparan tingkat tinggi, seperti pekerja rumah sakit atau anggota keluarga dari orang yang memiliki COVID-19, yang entah bagaimana berhasil menghindari tes positif.

Kita tahu dari beberapa penelitian bahwa vaksin tidak hanya mengurangi risiko penyakit parah tetapi juga mengurangi kemungkinan penularan SARS-CoV-2 di rumah hingga sekitar setengahnya. Jadi tentu saja vaksinasi dapat membantu beberapa kontak dekat agar tidak terinfeksi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa studi ini dilakukan sebelum Omicron. Data yang kami miliki tentang pengaruh vaksinasi terhadap penularan Omicron masih terbatas.

BISAKAH BEBERAPA ORANG TAK TERLIBAT DARI COVID-19?

Satu teori tentang mengapa orang-orang tertentu menghindari infeksi adalah bahwa, meskipun mereka terpapar virus, virus itu gagal membangun infeksi bahkan setelah masuk ke saluran udara. Ini bisa jadi karena kurangnya reseptor yang dibutuhkan untuk SARS-CoV-2 untuk mendapatkan akses ke sel.

Begitu seseorang terinfeksi, para peneliti telah mengidentifikasi bahwa perbedaan respons imun terhadap SARS-CoV-2 berperan dalam menentukan tingkat keparahan gejala. Ada kemungkinan bahwa respons imun yang cepat dan kuat dapat mencegah virus bereplikasi ke tingkat apa pun pada tingkat pertama.

Kemanjuran respons imun kita terhadap infeksi sebagian besar ditentukan oleh usia dan genetika kita. Konon, gaya hidup sehat tentu membantu. Misalnya, kita tahu bahwa kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko infeksi tertentu. Kurang tidur juga dapat berdampak buruk pada kemampuan tubuh kita untuk melawan patogen yang menyerang.

Para ilmuwan yang mempelajari penyebab mendasar dari COVID-19 yang parah telah mengidentifikasi penyebab genetik pada hampir 20 persen kasus kritis. Sama seperti genetika yang bisa menjadi salah satu faktor penentu keparahan penyakit, susunan genetik kita juga mungkin memegang kunci ketahanan terhadap infeksi SARS-CoV-2.

Posted By : nomor hk hari ini