Kesepakatan penyimpanan penangkapan karbon Indonesia bisa membutuhkan US0 juta, kata pejabat
Business

Kesepakatan penyimpanan penangkapan karbon Indonesia bisa membutuhkan US$500 juta, kata pejabat

JAKARTA : Penyebaran carbon capture storage (CCS) di Indonesia oleh raksasa energi Amerika Exxon Mobil Corp dapat menelan biaya sekitar US$500 juta, kata seorang pejabat senior di perusahaan minyak negara Indonesia, Pertamina, Senin.

Pertamina dan Exxonmobil menandatangani nota kesepahaman selama KTT COP26 pekan lalu untuk melihat cara penggunaan CCS di negara terbesar di Asia Tenggara itu.

“Perkiraan sementara kami untuk kebutuhan investasi sekitar US$500 juta, belum termasuk biaya operasional yang akan dikeluarkan selama operasi CCS,” kata Daniel Purba, Senior Vice President Corporate Strategy Pertamina, kepada CNBC Indonesia.

Fasilitas CCS kemungkinan akan diimplementasikan di dua lapangan migas Indonesia, yaitu lapangan Gundih di Cepu dan lapangan Sukowati di Bojonegoro, di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kata Purba.

Seorang juru bicara Exxonmobil tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pertamina dan Exxonmobil perlu membangun pipa gas sepanjang 4 km (2,49 mil) dari Gundih ke reservoir tempat mereka akan menyuntikkan karbon, dan pipa gas sepanjang 30 km dari Sukowati, tambah Purba.

CCS menjebak emisi dan menguburnya di bawah tanah tetapi belum pada tahap komersialisasi.

Pendukung CCS melihat teknologi itu penting untuk membantu memenuhi emisi nol bersih dan kunci untuk membuka produksi hidrogen ekonomi skala besar. Namun, para kritikus mengatakan CCS akan memperpanjang umur bahan bakar fosil yang kotor.

Indonesia, penghasil karbon terbesar kedelapan di dunia, telah memajukan tujuannya untuk mencapai nol emisi bersih hingga tahun 2060 atau lebih cepat.

(Laporan oleh Bernadette Christina Munthe; Ditulis oleh Fathin Ungku; Disunting oleh Martin Petty)

Posted By : result hk 2021