Kapal batubara menunggu izin untuk pergi karena Indonesia mempertimbangkan kemudahan larangan ekspor
Uncategorized

Kapal batubara menunggu izin untuk pergi karena Indonesia mempertimbangkan kemudahan larangan ekspor

JAKARTA : Pihak berwenang Indonesia belum mengeluarkan surat-surat untuk mengizinkan 14 kapal batubara untuk berangkat, seorang pejabat senior mengatakan pada hari Rabu, ketika pemerintah bersiap untuk menilai apakah akan lebih melonggarkan larangan ekspor di pengirim batubara termal terbesar di dunia.

Penangguhan tersebut diterapkan pada 1 Januari untuk menghindari pemadaman listrik domestik yang meluas, setelah Perusahaan Listrik Negara (PLN) melaporkan stok batubara yang sangat rendah, di tengah keluhan bahwa penambang tidak memenuhi komitmen untuk memasok bahan bakar ke perusahaan.

Larangan itu menyangkut importir batu bara utama, seperti Jepang, Korea Selatan dan Filipina, yang khawatir akan gangguan ekonomi di dalam negeri.

Saat ini ada sekitar 120 kapal yang sedang memuat atau menunggu untuk memuat dari pelabuhan batubara Indonesia di Kalimantan di pulau Kalimantan, menurut data Refinitiv Eikon.

Semua 14 kapal batu bara yang dimuat yang diberi izin untuk berangkat pada hari Senin setelah diverifikasi oleh pihak berwenang masih menunggu persetujuan resmi pada Rabu pagi, kata pejabat Kementerian Perhubungan Mugen Suprihatin Sartoto kepada Reuters.

Pemerintah akan melakukan tinjauan larangan pada hari Rabu dan mengatakan setiap pembukaan kembali akan dilakukan secara bertahap, sehingga dapat menilai bagaimana memulai kembali ekspor dapat mempengaruhi kepatuhan penambang dengan apa yang disebut aturan Kewajiban Pasar Domestik (DMO).

Di bawah aturan DMO, penambang harus menjual 25 persen dari hasil produksi mereka ke pasar lokal, dengan batasan US$70 per ton untuk pembangkit listrik domestik.

Selama diskusi panel di MetroTV pada Selasa malam, pejabat senior kementerian energi Ridwan Djamaludin mengatakan larangan itu tetap berlaku hingga 31 Januari, kecuali dicabut lebih awal.

“Yang kita tunggu sekarang adalah pengiriman batu bara ke pembangkit listrik,” kata Ridwan.

Dalam diskusi yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan perseroan telah mendapatkan komitmen batu bara sebesar 16,2 juta ton.

PLN dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu mengatakan sedang bekerja untuk memastikan komitmen yang dijamin selama larangan ekspor disampaikan tepat waktu.

(Laporan oleh Bernadette Christina Munthe; Ditulis oleh Fransiska Nangoy; Disunting oleh Martin Petty)

Posted By : togel hongkon