Indonesia yang bergantung pada batubara mulai memanfaatkan potensi tenaga surya yang besar
Asia

Indonesia yang bergantung pada batubara mulai memanfaatkan potensi tenaga surya yang besar

KEBUTUHAN LISTRIK NAIK

Asosiasi Energi Surya Indonesia (ISEA) memperkirakan kapasitas terpasang panel surya atap dapat mencapai 1.000 MW tahun depan dan meningkat antara 3.000 MW dan 5.000 MW per tahun mulai tahun 2025.

“Masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya energi terbarukan,” kata Amarangga Lubis, salah satu pendiri perusahaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) SolarKita. “Sejak pandemi, budaya bekerja dari rumah telah terbentuk dan kebutuhan listrik di rumah meningkat.”

Lubis memprediksi pertumbuhan besar-besaran dalam instalasi tenaga surya selama lima tahun ke depan. “Masyarakat akan lebih pemilih dan akan berinvestasi pada hal-hal yang lebih bermanfaat” bagi lingkungan, ujarnya.

Yang pasti, solar tetap menjadi sumber energi minor di Indonesia, pengekspor batubara termal terbesar di dunia yang digunakan untuk pembangkit listrik.

Batubara memberi daya sekitar 60 persen dari 73.000 MW kapasitas pembangkit listrik di Indonesia, dibandingkan dengan 180 MW tenaga surya, yang mencakup pembangkit listrik tenaga surya dan sel PV atap pribadi.

Namun, Indonesia memiliki potensi 400.000 MW tenaga surya, menurut perkiraan kementerian energinya.

Turunnya harga sel PV Cina telah mendorong kenaikan instalasi swasta karena tenaga surya yang dihasilkan dari panel lebih murah daripada listrik yang dijual dari PLN.

Sistem dari negara barat yang sebelumnya tersedia juga 10 kali lebih mahal, kata Ilham Rizky, pendiri instalatur surya Batara Energi.

Metode pembiayaan baru, seperti sewa panel surya untuk pengguna komersial, juga telah membantu bisnis berinvestasi di solar, kata Lubis Solarkita.

Posted By : keluar hk