Indonesia telah mengumumkan rencana rehabilitasi bakau yang ambisius, tetapi itu bisa menjadi pendakian yang menanjak
Asia

Indonesia telah mengumumkan rencana rehabilitasi bakau yang ambisius, tetapi itu bisa menjadi pendakian yang menanjak

TANTANGAN UNTUK DIATASI

Terlepas dari tingkat ambisi, Ulumuddin mengatakan apakah Indonesia pada akhirnya akan memenuhi target tergantung pada bagaimana mendefinisikan restorasi atau rehabilitasi mangrove.

“Rehabilitasi berarti setelah suatu kegiatan, hutan harus ada. Tapi kalau definisinya adalah jumlah mangrove yang ditanam atau luas tanam, saya kira itu bisa dicapai pada 2024.”

“Agar bakau menjadi hutan lagi, itu akan membutuhkan setidaknya lima tahun setelah penanaman kembali. Itu tarif tercepat,” katanya.

Pendanaan adalah tantangan nyata. Mdm Ayu Dewi Utari, sekretaris BRGM mengatakan, awalnya pihaknya diberi target untuk merestorasi 83.000 ha mangrove tahun ini. Namun karena meningkatnya kasus COVID-19 yang menyebabkan keterbatasan anggaran, target tahun ini diturunkan menjadi 33.000 ha di 32 provinsi.

“Sejauh ini kami telah melakukan penanaman kembali sekitar 30.000 ha. Anggarannya tidak hanya dari anggaran pendapatan negara, tetapi juga dari program tanggung jawab sosial perusahaan, filantropi, dan pinjaman atau hibah, ”katanya.

“Pada tahun 2021, kami berharap setidaknya dapat memulihkan 53.000 dari berbagai sumber dana,” kata Mdm Utari kepada CNA.

Ada kendala lain, katanya. Misalnya, ketika kawasan mangrove telah dikonversi menjadi kolam, pihak berwenang tidak bisa begitu saja menanamnya kembali. Mereka perlu melibatkan nelayan, yang belum tentu memahami fungsi mangrove, dalam proses penanaman kembali.

Oleh karena itu, BRGM perlu mengedukasi nelayan tentang pentingnya mangrove. Ini telah memperkenalkan silvofishery, suatu bentuk budidaya low input yang memadukan pohon bakau dengan budidaya air payau, ujarnya.

Ditambahkannya, jika mangrove yang akan direhabilitasi berada di pesisir pantai, hal ini membuat pepohonan rentan terhadap gelombang dan polusi. Ada juga saat kondisi air laut tidak mendukung pertumbuhan dan akhirnya mendorong pertumbuhan hama.

Dengan berbagai tantangan tersebut, Bapak Damanik dari Greenpeace Indonesia mengatakan harus ada indikator keberhasilan yang jelas dalam menjaga hutan bakau yang tersisa.

“Angka rehabilitasi bukan jaminan pohon bisa tumbuh. Untuk menjadi pohon dewasa, menurut ekologi hutan, ada empat tahapan.

“Prosesnya memakan waktu 15 sampai 20 tahun. Dari yang kita ketahui, rehabilitasi hutan baru tahap pertama, selebihnya diserahkan kepada proses alam. Jadi salah satu cara untuk memastikan hal ini adalah dengan terus menjaga lingkungan,” kata Damanik.

Posted By : keluar hk