Indonesia ingin membawa kembali wisatawan;  Jangan buru-buru pindah ke negara endemik, kata Jokowi
Asia

Indonesia ingin membawa kembali wisatawan; Jangan buru-buru pindah ke negara endemik, kata Jokowi

TIDAK TERBURU-BURU UNTUK BERGERAK DARI NEGARA PANDEMI KE ENDEMIK

Pada 25 Oktober, Indonesia melihat status risiko COVID-19 diturunkan ke level satu oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Meskipun demikian, Jokowi mengatakan dia prihatin dengan kemungkinan lonjakan baru dalam beban kasus setelah liburan akhir tahun.

Ini karena tingkat vaksinasi Indonesia tidak cukup untuk mencegah lonjakan kasus baru, katanya kepada CNA.

“Vaksinasi di Indonesia, dosis pertama masih 61 persen. Itu masih belum cukup,” katanya.

“Untuk jumlah total dosis sudah 211 juta yang sudah diberikan. Tapi, itu juga tidak cukup. Jadi, karena itu (vaksinasi) harus dilengkapi dengan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.”

Jokowi menambahkan bahwa negara tidak akan terburu-buru untuk beralih dari pandemi ke negara endemik.

Organisasi Kesehatan Dunia mendefinisikan stadium endemik sebagai wabah penyakit yang muncul secara konsisten tetapi terbatas pada wilayah tertentu, sehingga penyebaran penyakit dapat diprediksi.

Pemerintah sedang menyiapkan strategi bagaimana hidup dengan COVID-19.

Jokowi telah memerintahkan otoritas kesehatan untuk menyusun strategi untuk hidup berdampingan dengan COVID-19, dengan fokus pada penerapan protokol kesehatan melalui penggunaan PeduliLindungi, yang merupakan aplikasi pelacakan kontak secara nasional.

Juga akan ada pengujian yang lebih bertarget untuk tujuan epidemiologis, dan strategi pengobatan yang ditujukan untuk mengurangi kematian akibat COVID-19.

“Semua akan dilakukan secara bertahap. Kami Indonesia tidak ingin terburu-buru menuju endemic state. Kami ingin merencanakan dengan matang. Ada transisi dari pandemi ke endemik. Kami akan pindah ke situasi endemik begitu kita benar-benar siap, kata Pak Widodo.

Posted By : keluar hk