Di balik kemewahan, para influencer pemula di Indonesia menukar kerja keras untuk mengikuti
Asia

Di balik kemewahan, para influencer pemula di Indonesia menukar kerja keras untuk mengikuti

Mereka kadang-kadang dapat bekerja selama 12 jam sehari, hampir tidak menyisakan waktu untuk diri mereka sendiri. Influencer ini juga harus memperhatikan apa yang mereka katakan atau tulis karena perusahaan mereka mungkin memiliki kebijakan media sosial yang ketat.

Di media sosial, mereka harus mempertahankan kepribadian yang ceria dan bahagia, terlepas dari bagaimana hari mereka berlalu atau seberapa lelah dan lelah yang mungkin mereka rasakan.

Kadang-kadang, mereka harus berurusan dengan klien yang sulit dengan tenggat waktu yang ketat dan tuntutan yang konyol. Di lain waktu, mereka berpapasan dengan troll Internet yang akan meninggalkan komentar yang sangat keji dan menyakitkan sehingga mereka menangis selama berhari-hari.

“Itulah bagian yang tidak dilihat orang. Kami juga manusia. Kami mengalami pasang surut,” kata Putri.

BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN

Jumlah influencer media sosial pemula sedang meningkat di Indonesia karena ponsel dengan kamera yang layak semakin murah, lebih banyak orang terhubung ke Internet berkecepatan tinggi dan platform media sosial baru bermunculan.

“Semua orang bisa menjadi pembuat konten akhir-akhir ini,” Lidia Nofiani dari perusahaan manajemen bakat PositiVibe Entertainment mengatakan kepada CNA.

“Banyak orang ingin menjadi pembuat konten karena mereka pikir mereka bisa mencari nafkah darinya. Saya pernah menemani salah satu talenta saya ketika dia mengadakan webinar untuk sekelompok siswa sekolah dasar. Saat ditanya cita-citanya saat besar nanti, beberapa dari mereka menjawab, ‘Saya ingin jadi YouTuber,’” ujarnya.

Sementara itu, bisnis menjadi semakin sadar akan kekuatan influencer media sosial. Manajer bakat mengatakan orang-orang dengan pengikut sederhana di media sosial juga mendapatkan kesepakatan dukungan.

“Bahkan merek-merek besar tidak merasa bahwa mereka perlu mempekerjakan superstar media sosial sepanjang waktu,” katanya, menambahkan bahwa merek terkadang juga melibatkan influencer mikro (mereka yang memiliki kurang dari 100.000 pengikut) atau bahkan nano influencer (dengan kurang dari 5.000 pengikut). ) sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

“(Bisnis) melihat nano influencer lebih cocok dengan audiens mereka. Teman-teman mereka lebih terlibat dengan apa yang mereka posting,” kata Nofiani. Perusahaannya saat ini bekerja dengan 18 influencer.

Posted By : keluar hk