Asia

CNA Menjelaskan: Mengapa Malaysia mempertimbangkan untuk memperkenalkan kembali GST dan apakah bisnis mau menerima?

MENGAPA GST DIPERTIMBANGKAN LAGI

Pada 2020, ekonomi Malaysia mengalami kontraksi 5,6 persen akibat pandemi. Tetapi ada tanda-tanda pemulihan pada tahun 2021 karena ekonomi tumbuh sebesar 3,1 persen.

Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan antara 5,5 persen hingga 6,5 ​​persen. Perkembangan terakhir, termasuk perang Rusia-Ukraina dan gangguan rantai pasokan, dapat berdampak negatif pada pemulihan ekonomi dari COVID-19.

November lalu, Menteri Keuangan Tengku Zafrul Aziz mengajukan anggaran RM332,1 miliar untuk tahun 2022, terbesar yang pernah tercatat di negara itu.

Saat itu, Tengku Zafrul mencatat bahwa pemerintah memperkirakan pendapatan turun 1,22 persen. Dia memperkirakan defisit 6 persen tahun ini, atau RM98,1 miliar.

Sementara sebagian besar bisnis mulai pulih dari gangguan ekonomi yang disebabkan oleh penguncian selama dua tahun terakhir, rakyat Malaysia biasa merasakan sejumput kenaikan harga komoditas utama seperti ayam dan ikan.

Bersamaan dengan itu, ada isu kenaikan biaya hidup dan penurunan daya beli, karena nilai ringgit tergelincir terhadap dolar AS dan mata uang utama lainnya.

Di bawah sistem SST yang ada, pemerintah Malaysia mengumpulkan perkiraan pendapatan masing-masing RM 26,7 miliar dan RM27,9 miliar pada tahun 2020 dan 2021.

Dibandingkan dengan 2017 sebelum GST dihapuskan, angkanya mencapai RM44 miliar.

Penjualan minyak bumi telah menyumbang sebagian besar dari pendapatan federal. Namun cadangan minyak negara itu semakin menipis, dan Malaysia justru menjadi net importir minyak sejak 2014.

Mengingat defisit fiskal dan kebutuhan untuk meningkatkan pengumpulan pendapatan federal, ada seruan, terutama dari para pemimpin senior Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) termasuk Najib, untuk mempertimbangkan mengembalikan GST.

Posted By : keluar hk