Bisnis Bali berharap KTT G20 akan meningkatkan pariwisata, karena pulau ini menjadi tuan rumah bagi para pemimpin dunia

BALI: KTT Kelompok 20 (G20) di Bali minggu ini telah memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan oleh bisnis minuman keras lokal Iwak Arumery.

“Arak” Bali yang terkenal, minuman keras yang terbuat dari rempah-rempah dan rempah-rempah seperti lengkuas, kayu manis, dan daun salam, adalah salah satu oleh-oleh untuk delegasi G20.

“Beberapa hotel dan restoran di Bali sudah membuka pintu arak untuk dijadikan oleh-oleh. (Produk) akan ditempatkan di kamar untuk minibarnya,” kata pendiri perusahaan Ida Ayu Puspa Eny.

Toko bebas bea di bandara juga memberikan minuman kerasnya di bagian khusus, katanya.

Banyak bisnis Bali yang ingin meningkatkan penjualan, dengan Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20 di pulau resor.

Para pelaku industri mengatakan kepada CNA bahwa berbagai acara terkait G20 yang diadakan tahun ini berdampak positif bagi Bali, di mana jumlah wisatawan masih jauh dari level sebelum COVID-19.

JUMLAH WISATAWAN JAUH DARI TINGKAT SEBELUM PANDEMI

Misalnya, artis I Ketut Tirto Yaso mengatakan dia telah menerima pesanan terbesarnya hingga saat ini – 100 kotak – untuk sarungnya sebagai oleh-oleh terkait G20.

“Mudah-mudahan (penjualan) lancar. Saya akan berterima kasih jika banyak yang memesan,” ujarnya.

Hotel dan restoran juga menuai keuntungan dari Bali yang menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin dunia.

Hotel tepi pantai Merusaka Nusa Dua, yang terletak di dalam area Indonesia Tourism Development Corporation di mana KTT G20 akan diadakan, adalah salah satu dari banyak hotel yang ditunjuk untuk berbagai acara sampingan G20.

Posted By : keluar hk