Bank sentral Indonesia mempertahankan suku bunga stabil untuk mendukung pemulihan dari pandemi
Business

Bank sentral Indonesia mempertahankan suku bunga stabil untuk mendukung pemulihan dari pandemi

JAKARTA : Bank sentral Indonesia mempertahankan suku bunga pada rekor terendah pada hari Kamis untuk mendukung pemulihan ekonomi negara dari pandemi, setelah pertumbuhan mengecewakan pada kuartal ketiga karena gelombang COVID-19 yang mematikan pada bulan Juli.

Keputusan itu sejalan dengan kebutuhan untuk menjaga kestabilan mata uang rupiah, kata Bank Indonesia (BI), seiring dengan langkah bank sentral utama di dunia untuk mengetatkan kebijakan moneter.

BI membiarkan benchmark 7-day reverse repurchase rate tidak berubah pada 3,50 persen, sejak Februari, seperti yang diharapkan oleh semua ekonom yang disurvei oleh Reuters. Itu juga menjaga dua suku bunga kebijakan lainnya tetap stabil.

Tetapi BI terdengar optimis tentang prospek ekonomi, mengharapkan aktivitas meningkat pada kuartal keempat dan 2022 dibandingkan tahun ini. BI sebelumnya memperkirakan pertumbuhan 3,5 persen menjadi 4,3 persen tahun ini.

Ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu tumbuh 3,51 persen lebih lambat dari perkiraan pada kuartal ketiga karena pembatasan untuk mengendalikan peningkatan kasus COVID-19 membebani aktivitas, dengan ekspor yang kuat satu-satunya titik terang, data terbaru menunjukkan.

Tetapi beberapa dari pembatasan virus corona telah dilonggarkan sejak akhir Agustus, dan BI mengatakan peningkatan konsumsi dan ekspor yang kuat akan mendukung pertumbuhan pada kuartal terakhir tahun ini.

BI telah menurunkan suku bunga dengan total 150 basis poin dan meluncurkan program pelonggaran kuantitatif untuk membantu perekonomian menahan dampak pandemi.

Analis dalam survei Reuters memperkirakan langkah suku bunga BI berikutnya adalah kenaikan pada kuartal terakhir 2022, sekitar waktu ketika siklus kenaikan Federal Reserve AS diperkirakan akan berlangsung.

Ekspor dari negara yang kaya sumber daya telah melonjak di belakang kenaikan harga komoditas dan ini telah menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di Asia sepanjang tahun ini.

Tetapi rupiah masih turun sekitar 1,3 persen sejauh ini pada tahun 2021, setelah jatuh awal tahun ini karena ekspektasi pengurangan Fed.

Analis mengatakan keseimbangan eksternal Indonesia yang membaik menempatkannya pada posisi yang lebih baik untuk menahan dampak dari rencana Fed untuk mengurangi pembelian obligasi dari bulan ini dibandingkan tahun 2013, ketika pengumuman tapering Fed memukul rupiah dengan keras.

(Reporting by Gayatri Suroyo and Fransiska Nangoy; Editing by Ana Nicolaci da Costa)

Posted By : result hk 2021