Badan antikorupsi Malaysia menyelidiki klaim pemindahan manajemen KL Tower

KUALA LUMPUR: Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) telah memulai penyelidikan untuk menyelidiki dugaan kesepakatan yang membuat kepemilikan manajemen Menara KL yang ikonik dialihkan dari perusahaan telekomunikasi Telekom Malaysia ke perusahaan yang kurang dikenal.

Kesepakatan yang diduga terjadi sebelum Pemilihan Umum ke-15 (GE15) pada 19 November.

Ketua Komisioner MACC Azam Baki seperti dikutip The Malaysian Insight mengatakan, pihaknya telah membuka surat investigasi atas penjualan kepemilikan manajemen KL Tower.

Namun, Azam menolak untuk mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang penyelidikan tersebut, The Malaysian Insight melaporkan pada Kamis (29/12).

Tuduhan Telekom Malaysia menjual sahamnya di Menara Kuala Lumpur – anak perusahaan yang mengelola Menara KL – ke sebuah perusahaan bernama Hydroshoppe mengemuka dalam serangkaian tweet oleh pengguna yang menggunakan pegangan @FreeMsian.

Di utas Twitter, pengguna menuduh bahwa Hydroshoppe adalah perusahaan dengan modal disetor rendah, namun dapat terlibat dalam kesepakatan yang bernilai jutaan dolar.

Menurut pemeriksaan oleh media lokal, Hydroshoppe adalah perusahaan yang berbasis di Shah Alam, Selangor dengan total modal saham yang diterbitkan sebesar RM1 juta.

Pengguna Twitter lebih lanjut menambahkan bahwa KL Tower menghasilkan pendapatan sekitar RM66 juta (US$15 juta) setahun sebelum pandemi COVID-19, dengan laba bersih RM25 juta, New Straits Times melaporkan.

Menara KL milik pemerintah Malaysia dan berfungsi sebagai stasiun penyiaran Radio dan Televisi Malaysia (RTM) dan FM-radio penyiaran, antara lain.

Menteri Komunikasi dan Digital Fahmi Fadzil, Selasa, mengatakan pihaknya menganggap serius isu pengalihan pengelolaan KL Tower setelah tudingan mengenai kesepakatan itu dilontarkan kepadanya.

Dalam sebuah pernyataan, Fahmi mengatakan bahwa kementeriannya akan memantau masalah ini dan akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang jika ada penyelidikan.

“Saya diberi pengarahan terperinci tentang konsesi pengelolaan Menara KL oleh Kementerian Komunikasi dan Digital pada 14 Desember,” katanya, menambahkan bahwa ia selanjutnya akan diberi pengarahan tentang masalah tersebut oleh Telekom Malaysia pada 3 Januari tahun depan.

Terpisah, mantan Menteri Komunikasi dan Multimedia Annuar Musa membantah terlibat dalam pengalihan saham dari Menara Kuala Lumpur ke Hydroshoppe.

Mr Annuar seperti dikutip oleh New Straits Times bahwa Telekom Malaysia adalah perusahaan publik dan tidak berada di bawah lingkup kementeriannya saat itu.

“Tidak ada hubungannya dengan menteri komunikasi. Ayo tanya (Telekom Malaysia)…,” kata Annuar seperti dikutip dari portal berita Malaysiakini.

Posted By : keluar hk