Asia

Anggota parlemen Indonesia menyerukan dorongan untuk mengekang penyebaran penyakit mulut dan kuku

JAKARTA: Pemerintah Indonesia melaporkan pada hari Senin (23 Mei) bahwa lebih dari 20.000 ternak telah terinfeksi penyakit mulut dan kuku di 16 provinsi, ketika anggota parlemen mendesak pihak berwenang untuk menemukan sumber virus dan meningkatkan upaya untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Infeksi telah menyebar sejak Kementerian Pertanian melaporkan kasus di dua provinsi kurang dari dua minggu lalu. Media lokal melaporkan sekitar 1.600 hewan terinfeksi di Jawa Timur dan 1.200 di provinsi Aceh pada saat itu.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pada sidang parlemen pada hari Senin bahwa 20.723 ekor ternak telah terinfeksi di 16 provinsi pada minggu lalu. Ia mengatakan provinsi-provinsi tersebut memiliki total populasi ternak sekitar 13,8 juta jiwa.

Anggota parlemen di sidang mendesak pemerintah untuk menyelidiki dari mana infeksi itu berasal, mengecam pihak berwenang karena “ceroboh” dalam membiarkan virus menyebar ke seluruh negeri untuk pertama kalinya sejak sekitar akhir 1980-an.

Infeksi telah menyebar pada saat Indonesia sudah menghadapi kenaikan harga daging dan menjelang Idul Adha, salah satu hari raya Islam terpenting, di mana umat Islam secara tradisional menyembelih hewan dan membagikan dagingnya kepada orang miskin.

Anggota parlemen Anggia Erma Rini mengatakan vaksin sangat dibutuhkan untuk mengatasi wabah tersebut.

Limpo mengatakan pemerintah mengimpor vaksin, tetapi lebih suka menggunakan dosis yang dikembangkan di Indonesia yang harus siap dalam beberapa bulan.

Pihak berwenang di daerah yang terkena dampak juga memasang penghalang antara perbatasan kota untuk mencegah penyebaran ke daerah lain, kata Limpo.

“Kami didukung penuh oleh polisi,” katanya tentang kontrol perbatasan.

Anggota parlemen lain Dedi Mulyadi mengkritik kurangnya kontrol sanitasi di beberapa pasar hewan lokal.

Posted By : keluar hk